buton-A1
Website: http://www.bali-seminary.org/   Email: dmbenedict2001@yahoo.com
butonfc
buton1
buton2
buton3
buton4
buton5
buton6
buton7
buton8
buton9
buton10
buton11
buton12
buton13
buton14
buton16
buton-h1 buton-h2 buton-h3 buton-h4 buton-h5


Artikel Khusus
Berisi artikel-artikel pilihan.
Saksi I Gusti Putu Oka:
PENDIDIKAN SEMINARI BUTUH KETELADANAN
Dikutip dari majalah Agape edisi April 2008.

Pendidikan Seminari beda dengan pendidikan pada umumnya. Menurut I Gusti Putu Oka (77 tahun), mantan pendidik Seminari Roh Kudus Tuka, pendidikan di Seminari sangat membutuhkan keteladanan hidup dari para pendidiknya. Bagaimana kesan beliau semasa menjadi guru di Seminari, dan keteladanan hidup yang bagaimana? Serta apa harapannya? Simak rangkuman wawancara Blasius dari Agape berikut:

Pater Norbert Shadeg, SVD (alm.)

Ceritera panjang tentang Seminari Roh Kudus - Tuka, menurut mantan pendidik SGB (Sekolah Guru Bawah) Denpasar - tahun 1950- an, dapat dibaca dalam catatan sejarah yang diarsipkan begitu rapih oleh almarhum Pater Norbertus Shadeg, SVD di Perpustakaan Widya Wahana- Tuka. Akan tetapi secara singkat dapat dikatakan berdirinya Seminari Roh Kudus Tuka sesungguhnya bermula dari pemikiran para fundatornya, antara lain : Pater Norbert Shadeg, SVD dan Mgr.Hermens,SVD. Dalam sebuah perjalanan misi ke Bali, di atas kapal, mereka mencita-citakan bahwa untuk mengembangkan karya misi di Bali yang berhasil, harus didukung dengan tenaga-tenaga imam pribumi. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kemudian didirikan sebuah Seminari Menengah, dengan nama Seminari Roh Kudus, yang pada awalnya berada di Tangeb. Perkembangan selanjutnya Seminari ini kemudian dipindahkan ke Tuka sampai saat ini, meskipun untuk tingkat SMA masih bergabung dengan SMAK St. Thomas Aquino Tangeb.

Hidup Sederhana

Dari sekian banyak kesan (positif dan negatif ) yang dialami selama mengabdi di Seminari Roh Kudus, ada satu hal yang begitu kuat diingat oleh Putu Oka yakni Hidup Sederhana. Pola hidup sederhana dipengaruhi oleh keadaan umat waktu itu masih sangat miskin, dan kehidupan Seminari pun dibiasakan dengan hidup sederhana. Meskipun berhadapan dengan keadaan yang demikian, namun hasil tamatan Seminari waktu itu bisa dibanggakan. Mereka yang tamat pada masa itu cukup banyak yang melanjutkan ke Seminari Mertoyudan tanpa merasa tertinggal dari teman-teman lain yang berasal dari Jawa. Dari antara mereka ada yang menjadi imam dan yang lainnya menjadi awam-awam yang tangguh. Karena itu kebiasaan hidup sederhana juga merupakan hal positif dalam menempa ketahanan mental dan kepribadian para Seminaris.

Keteladanan Hidup Faktor Terpenting!

Ada sekian banyak faktor yang mendukung keberhasilan pendidikan di Seminari. Namun menurut Putu Oka, Keteladanan Hidup para pendidik Seminari menjadi faktor paling penting. Keteladanan yang dimaksud bukan sekedar hebat dalam mengajar, melainkan dalam sikap dan perilaku hidup setiap hari. Sikap dan perilaku hidup itu antara lain bagaimana seorang pendidik/guru berusaha menegakkan budaya hidup disiplin, dan hidup doa yang teratur baik secara pribadi maupun dalam komunitas. Budaya hidup disiplin itu tidak sekedar diajarkan tetapi harus dipraktekan. Contoh: Bila sudah bel tanda pelajaran segera dimulai, guru harus sudah lebih dahulu berada di ruangan kelas, jangan masih santai di ruang makan atau tetap asyik di ruang komputer. Ini tidak menegakkan disiplin! Lebih lanjut menurut Putu Oka, para pendidik juga harus banyak membimbing para Seminaris untuk mendalami panggilan, karena Anak-anak Seminari pada umumnya belum terlalu tahu tentang panggilan. Hal ini penting untuk memberikan motivasi kepada mereka tentang tujuan belajar di Seminari.

Jangan Bubarkan Seminari!

Berbagai kesulitan seringkali kita dengar tentang mengelolah pendidikan Seminari. Menurut Putu Oka, kesulitankesulitan itu seputar, beban biaya yang semakin tinggi. Kalau dulu masuk Seminari tidak bayar, sekarang harus dibiayai sendiri oleh orangtua. Kesulitan lain soal menurunnya minat masuk Seminari yang pada ujungnya terjadi penurunan panggilan menjadi Imam. Hal ini selain disebabkan oleh faktor Ekonomi tetapi juga oleh tawaran pendidikan bermutu dewasa ini yang begitu banyak untuk dipilih, sehingga berpengaruh pada penurunan minat untuk masuk ke Seminari. Meski demikian banyak kesulitan, namun Putu Oka berpendapat, "Jangan bubarkan Seminari!". Karena, selain untuk menuai panggilan menjadi Imam sesuai semangat awal mendirikan Seminari, yakni agar mendapatkan imam-imam pribumi yang membantu karya misi di Keuskupan Denpasar; pendidikan di Seminari juga sangat berguna bagi mereka yang tidak terpanggil menjadi Imam. Mereka yang tidak terpanggil menjadi imam terbukti banyak menjadi awam yang baik, karena bekal pendidikan Seminari yang telah mereka dapatkan.

Orientasi/Impian ke Depan

Beberapa pemikiran penting dari Putu Oka tentang impian terhadap pendidikan Seminari ke depan antara lain: Pertama, Jadikan Seminari Roh Kudus sebagai tanggungjawab dari semua umat. Bila semua umat bertanggungjawab terhadap Seminari maka kesulitan-kesulitan yang dialami pasti dapat ditanggulangi bersama. Misalnya kalau ada anak yang mau masuk Seminari tetapi secara ekonomi orangtuanya tidak mampu, maka perlu ada aksi solidaritas dari semua umat untuk membantunya. Kedua, Rekrut para pendidik maupun para siswa Seminari yang berkualitas, jangan asal kasihan, karena hal ini akan berpengaruh pada hasilnya nanti. Ketiga, Budayakan disiplin dalam keseluruhan proses hidup di Komunitas Seminari. Keempat, Tananmkan orientasi para Seminaris pada tiga unsur penting dalam pendidikan di Seminari yang harus diperhatikan yakni: Sanitas/kesehatan lahir dan batin, Sanctitas/ hidup kudus, dan Scientia/ pengetahuan. Dan kelima, bagi seluruh umat, buatlah gerakan atau wadah di masing-masing paroki/stasi, yang dapat mengumpulkan Anak-anak untuk berdoa, dan memperkenalkan kepada mereka tentang panggilan hidup membiara, menjadi Imam/Rohaniwan dan menjadi Suster/Rohaniwati. Sebab bagaimana mereka tahu kalau kita tidak memberitahu kepada mereka! Suksema! (Blasius)

Seminari Menengah Roh Kudus ( Holy Spirit Minor Seminary ) Tuka - Dalung - Bali - Indonesia
  Jumlah Pengunjung: