1. Biaya hidup untuk sekolah dan seminari:
a. Jumlah
biaya sekolah per bulan: Rp. 100.000
(SMP) - Rp. 150.000 (SMA)
b. Jumlah
biaya asrama per bulan :
Minimum: Rp. 200.000,- Maksimum: Rp. 400.000,-
c. Prosentasi
pembayaran dalam tahun terakhir untuk sekolah dan asrama:
|
Prosentasi
peluanasan
|
Jumlah anak
|
Keterangan
|
|
Lunas
100%
|
7
|
|
|
Lunas
75%
|
29
|
|
|
Lunas
50%
|
8
|
|
|
Lunas
25%
|
17
|
|
|
Tidak
lunas
|
1
|
|
- Biaya
total tahunan:
a. yang
diharapkan untuk:
1. Asrama : Rp. 342.605.966,-
2. Guru/karyawan : Rp. 84.600.000,-
3. Lain-lain : Rp.
30.033.560,-
Total : Rp. 457.239.526,-
b. yang
terealisir dalam 2 tahun terakhir:
|
Pos
|
Tahun 2005
|
Tahun 2006
|
|
Asrama
|
Rp. 150.000.000,-
|
Rp. 174.781.500,-
|
|
Guru/karyawan
|
Rp. 44.000.000,-
|
Rp. 68.600.000,-
|
|
Lain-lain
|
Rp. 31.000.000,-
|
Rp. 30.033.560,-
|
|
Total
|
Rp. 225.000.000,-
|
Rp. 273.415.060,-
|
- Keadaan keuangan seminari (keprihatinan dan
kemungkinan jalan keluar):
Keadaan keuangan seminari sudah cukup baik
bila disbanding waktu-waktu yang lampau meski demikian seminari masih
memerlukan dana tambahan untuk pemeliharaan dan pengembangan seminari ke depan.
Bantuan POSPA selama ini hanyalah tambahan saja apalagi banyak siswa yang tidak
mampu membayar. Oleh karena itu jalan keluarnya dengan membuat dana abadi untuk
seminari. Memperhatikan neraca keuangan seminari, maka dana abadi 3
milyar adalah posisi yang paling ideal untuk seminari Tuka saat ini.
- Sumber-sumber
dana bagi seminari:
Selain
pendapatan dari pembayaran siswa, ada juga bantuan POSPA yang besarnya tidak
tetap per-tahunnya. Pada tahun 2006 terhimpun dana 1 milyar sebagai dana abadi
seminari dari hasil gerakan Solidaritas untuk Seminari. Dari dana ini diperoleh
bunga per-bulannya rata-rata Rp. 6,8 juta, yang digunakan untuk living cost seminari. Selain itu ada
sumber dana lain seperti: Kolekte Minggu V (rata-rata 4 kali setahun) dari tiap
paroki yang dikelola oleh Keuskupan untuk Seminari Menengah dan Seminari
Tinggi; donor tidak tetap (sumbangan para alumnus dan pemerhati dalam bentuk
dana dan juga natura), kotak aksi peduli seminari, kolekte hari minggu di kapel
seminari, dan kolekte mingguan pelayanan misa di hotel Grand Bali Beach.
- Usaha-usaha
swasembada dari piak seminari untuk self support:
Bertanam
padi di sebagian lahan seminari (6,8 are), peternakan babi, bunga deposito dari
dana abadi, serta menggalan gerakan cinta seminari dan aksi panggilan.