buton-A1
Website: http://www.bali-seminary.org/   Email: dmbenedict2001@yahoo.com
butonfc
buton1
buton2
buton3
buton4
buton5
buton6
buton7
buton8
buton9
buton10
buton11
buton12
buton13
buton14
buton16
buton-h1 buton-h2 buton-h3 buton-h4 buton-h5


Artikel Khusus
Berisi artikel-artikel pilihan.
Gedung Seminari Menengah Roh Kudus
Gedung Seminari Menengah Roh Kudus.

Di malam menjelang subuh Giovanni Battista Enrico Antonio Maria Montini menulis suratnya. Konsili Vatikan II tengah berlangsung tapi perubahan yang dipicunya cukup mencemaskan. Gereja kehilangan begitu banyak klerus dan religius yang tidak bisa menerima perubahan itu. Surat itu lalu dibacanya pada Minggu Paskah IV, 11 April 1964, sekitar 8 bulan sejak dilantik sebagai Paus Paulus VI. "Pregate il padrone della messe, affinché mandi operai per la sua Chiesa" (bdk Mat. 9, 38), cetusnya. Umat dimintanya berdoa kepada “Tuan Panenan” agar gerejaNya tetap memiliki pekerja-pekerja untuk tuaianNya. Sejak itu tradisi Hari Doa untuk Panggilan Sedunia diteruskan saban Minggu Paskah IV; lazim disebut Hari Minggu Panggilan. Tiap kali Injil yang dipilih mengenai “Yesus Gembala yang Baik”, lantas disebut “Hari Minggu Gembala yang Baik.” Tiap umat didesak untuk terlibat dalam panggilan: lewat doa, derma maupun kerelaan menjadi yang terpanggil.

Rektor Seminari Menengah Roh Kudus

Pastor RD. Benediktus Deni Mary, Pr.
Rektor Seminari Menengah Roh Kudus


Di tahun 2007 ini dirayakan Hari Minggu Panggilan ke-44. Paus Benedictus XVI dalam pesannya mengingatkan pentingnya “panggilan untuk melayani Gereja sebagai komunio” (the vocation to the service of the Church as communion). Kita diajak untuk ikut memikirkan dan terlibat dalam “keprihatinan” gereja universal: minimnya mutu juga jumlah imam. Dan kaum religius. Keuskupan Denpasar sebagai bagian dari komunio Gereja Universal pun diminta terlibat.

Ada hari di mana yang lokal mesti ingat bahwa ia bagian dari yang universal. Bahwa kita tidak saja “menerima” (recieving) tetapi harus pula “memberi” (giving). Dahulu para misionarislah yang datang ke negeri kita, kini kitalah yang mesti datang ke negeri mereka di saat mereka tengah dilanda krisis imam dan kaum religius. Guna merayakan Hari Minggu Panggilan ke-44 inilah Komisi Panggilan dan Seminari Keuskupan Denpasar mengemas sebuah konser panggilan yang bertemakan: “Gereja Memerlukan Anda” (We Need You!).

Taman Bunda Maria di Komplex Seminari Menengah Roh Kudus
Taman Bunda Maria di Komplex Seminari Menengah Roh Kudus

Ide awal konser ini berasal dari para frater pastoral di Seminari Tuka yang ingin memelihara tradisi tahunannya untuk menampilkan kreasi para seminaris dalam bentuk konser. Gayung bersambut, ide ini ditanggapi oleh pihak Komisi Panggilan untuk merancangkan sebuah konser panggilan yang juga melibatkan banyak anak muda selain siswa seminari Tuka.

Banyak keluhan kita dengar tentang makin minimnya minat orang muda akan panggilan. Keluhan itu perlu ditanggapi bukan saja dengan membenahi pola pembinaan dalam keluarga, melainkan juga dengan menemukan terobosan baru cara-cara promosi panggilan yang bisa berdialog dengan dunia kaum muda kita. Jika pilihan yang diambil tepat, maka buahnya akan terus berlangsung dalam jangka panjang. Inilah prinsip leverage. Sebuah prinsip yang dilukiskan untuk menemukan “celah” kunci. Dengan menerobos celah ini, dan dengan enerji kecil saja, perubahan besar terjadi.

Misa dalam rangka Minggu Panggilan 2008 di Kapel Seminari, diikuti anak-anak Sekami dari Paroki-Paroki
						di Keuskupan Denpasar
Misa dalam rangka Minggu Panggilan 2008 di Kapel Seminari, diikuti anak-anak Sekami dari Paroki-Paroki di Keuskupan Denpasar.

Pertanyaannya, apakah konser panggilan ini bisa dikategorikan telah menerapkan prinsip leverage? Atau, apakah konser ini merupakan hasil kreatif yang akan memberikan dampak luas dan panjang? Dari sisi tema pastoral tahun 2007 (KBG dan Kepemimpinan Pastoral), apakah konser ini bisa menjadi sarana pencarian bibit-bibit pemimpin pastoral di masa depan? “Celah” yang begitu kita harapkan selalu merupakan benda yang tak mudah ditemukan. Benda itu tak nampak di permukaan. Orang biasa tidak akan mampu melihat dan mengenalinya. “Celah kunci” ini hadir dalam wujudnya yang samar. Memahami bagaimana cara kerja pesawat terbang lepas landas adalah perkara rumit untuk awam. Salah satu kunci terletak pada sayap pesawat. Ketika sayap memberikan tekanan ke samping, pesawat justru terangkat ke atas. Perkara ini tidak akan terlihat sama sekali untuk awam. Orang harus terlebih dahulu mempelajari aerodinamika untuk memahaminya. Anologi ini mirip dengan pencarian cara-cara promosi panggilan di jaman ini. Inilah yang membuat hidup dan karya Gereja menjadi menarik dan menantang.

Kapel Seminari Menengah Roh Kudus
Kapel Seminari Menengah Roh Kudus

Telah sekian lama kita dinilai tidak berkembang. Gereja mandeg, tidak membuat inovasi dan kreativitas baru. Kita terus mengalirkan dana, energi, dan waktu untuk karya-karya yang lama. Sekarang –dalam banyak kasus- Gereja dipaksa menelan secara langsung kebenaran, “Yang kemarin kita anggap solusi dan keberhasilan, hari ini menjadi sumber problem”. Nasihat yang bisa kita ambil adalah apa yang tepat kemarin untuk memperoleh keberhasilan, tidak bisa diterapkan untuk hari ini. Jika ini tetap dilakukan, hasilnya semakin buruk. Semakin keras kita kerja, semakin buruk hasil yang kita peroleh. Karena kita ada di jalan yang keliru.

Pernah kita dengar kisah si pemabuk yang mencari kunci kamar di dalam rumah meski ia menjatuhkan kunci itu di luar rumah. Jawabnya pada sang sufi yang heran: “Karena di dalam rumah ini ada sinar terangnya. Sementara di luaran gelap.”

Konser panggilan ini adalah upaya pencarian kunci di dalam gelap. Kita harapkan semoga sinarnya bisa memancar luas bukan saja di Gedung Katedral Denpasar ini tapi juga di kolong-kolong kehidupan keluarga kita: agar kita sadar bahwa hidup yang kita geluti ini adalah sebuah penggilan, sebuah pengabdian. Sadar akan kebutuhan besar bagi tersedianya pemimpin-pemimpin pastoral - tertahbis dan non-tertahbis, pria dan wanita - yang handal dan militan, punya visi dan kecintaan terhadap gereja.

Kepada semua pihak yang telah mencoba menghadirkan terang dan kesadaran itu di tengah kita, kita sampaikan penghargaan dan terima kasih yang sedalamnya. Tuhan kiranya memberkati kerja keras dan pengabdian kalian untuk gerejaNya ini.

Kulihat terang
Kulihat terang, meski tak benderang, sehingga gelap lambat laun kan lenyap. Datanglah, cahaya dihati........... Bawalah, imanku kembali...........
Dari lagu Kupinta Lagi ciptaan Cornel Simanjuntak

Seminari Menengah Roh Kudus ( Holy Spirit Minor Seminary ) Tuka - Dalung - Bali - Indonesia
  Jumlah Pengunjung: