|
|
LATAR BELAKANG & SEJARAH
Seminari Menengah Roh Kudus
( Holy Spirit Minor Seminary )
Tuka - Dalung - Bali - Indonesia
- Latar belakang pemilihan nama Seminari dan maknanya bagi para
calon imam.
Seminari Tuka memilih pelindung Roh Kudus karena didirikan dan diberkati
tepat pada Hari Raya Pentekosta.
- Sejarah berdirinya dan perkembangannya
a. Tanggal berdirinya: 9 Juli 1953
b. Pendiri: P. Norbert Shadeg, SVD.
- Situasi awal dan perkembangannya
Tuka adalah sebuah dusun kecil yang tidak begitu terkenal di daerah
pulau Dewata Bali. Tuka terletak di sebelah selatan Pulau Bali,
masuk dalam wilayah Kecamatan Kuta Utara – Kabupaten Badung,
kurang lebih 14 km dari kota Denpasar.
Berkat karya misi Gereja yang berawal tahun 1935 dan dengan diangkatnya
Mgr. Hubert Hermens, SVD sebagai seorang Prefektur Apostolik oleh
Vatikan untuk wilayah Bali-Lombok, kemajuan karya misi Gereja
Lokal dalam bidang pendidikan dan kesehatan serta sosial dirasakan
begitu pesat. Pulau Bali secara resmi menjadi wilayah karya Misi
Gereja Universal.
Pesatnya perkembangan Misi Gereja saat itu disebabkan pula oleh
kedatangan para misionaris SVD (Societas Verbi Divini –
Serikat Sabda Allah), seperti P. Simon Buis, SVD., P. Jan Kersten,
SVD., P. Anton de Boer, SVD., P. Jan Heyne, SVD. Maka tak bisa
dipungkiri lagi bahwa terang telah bersinar di wilayah Pulau Dewata
yang diawali dengan pembaptisan beberapa orang Bali menjadi katolik
serta peresmian gereja pertama di Tuka.
Pada tanggal 9 Juli 1949, P.Norbert Shadeg, SVD bersama rekannya
P. Joseph Flaska, SVD. diutus menjadi misionaris ke Bali.
Pada tanggal 9 Juli 1953, P.N. Shadeg, SVD mendirikan sebuah
lembaga Seminari kecil (setingkat SMP) di dusun Tangeb, sekitar
15 km dari Denpasar. Kesulitan terberat yang dihadapi P. Shadeg,
SVD adalah melawan tantangan dari pemuda rakyat yang berhaluan
komunis yang tidak setuju terhadap usaha Gereja membangun Seminari
kecil di Tangeb. Namun P.N. Shadeg tetap gigih berjuang membangun
Seminari kecil di Pulau ini. Meski banyak tantangan, seminari
yang baru didirikan bertahan di Tangeb selama 3 tahun. Kemudian
muncul gagasan baru dari Mgr. Hermens dan P.N. Shadeg untuk memindahkan
Seminari kecil dari Tangeb ke Tuka.
Tepat pada hari Kristus Raja Semesta Alam, tanggal 28 Oktober
1956, Seminari itu berdiri di dusun Tuka. Pada tahun ajaran 1983-1984
Seminari Menengah Roh Kudus Tuka membuka tingkat SMA, dengan kegiatan
belajar mengajarnya bergabung dengan siswa-siswi SMA Thomas Aquino
Tangeb, karena itu setiap seminaris harus bersepeda menuju sekolah
yang berjarak 3.5 km itu.
- Situasi Seminari kini (Visi dan Misi Seminari)
Visi Seminari Menengah Roh Kudus Tuka: “Sebuah lembaga pembinaan
dan pendidikan tempat berseminya benih panggilan menjadi imam yang
berkualitas, berkepribadian dewasa, beriman kristiani yang tangguh,
mempunyai intelektualitas yang memadai, berwawasan luas dalam berdialog
dengan agama dan budaya setempat, memiliki semangat ketaatan pada
pemimpin Gereja dalam semangat communion serta semangat merasul
di tengah dunia demi berkembangnya Kerajaan Allah.”
Misi Seminari Menengah Roh Kudus Tuka
- Menjadi tempat pembinaan dan pendidikan bagi calon Imam yang
berkualitas.
- Menjadi tempat pembinaan bagi calon imam yang berkepribadian
dewasa dan bertanggungjawab.
- Menjadi tempat pembinaan bagi calon imam yang tangguh dan
ulet dalam pelayanan sesuai dengan kebutuhan umat.
- Menjadi tempat pembinaan bagi calon imam yang karya pastoralnya
berorientasi pada budaya setempat sehingga Gereja lokal sungguh
mengakar dalam masyarakat.
- Arah Pembinaan Seminari Menengah Roh Kudus Tuka
Pembinaan merupakan proses pendampingan yang terus-menerus dan berkesinambungan
terhadap seminaris, agar mereka dapat mewujudkan motivasi panggilannya
dalam kehidupan sehari-hari. Arah pembinaan Seminari Tuka berbasis
pada bidang kemanusiaan atau humanitas yang meliputi aspek kepribadian/personalitas,
intelektualitas, kristianitas/keimanan, seksualitas, kerasulan dan
misioner. Semua aspek bidang itu dikemas dalam sebuah silabus pembinaan
yang integral di mana di dalamnya terdapat elemen pendidikan humaniora
dan budaya yakni pengembangan kemanusiaan sesuai bakat, karunia,
keterampilan dari para seminaris. Diharapkan dari pembinaan yang
integral menyeluruh ini dapat dihasilkan seminaris yang siap melanjutkan
panggilannya ke jenjang lebih tinggi.
Profil siswa yang diharapkan adalah seminaris yang memiliki kepribadian
dewasa, mempunyai motivasi yang sehat untuk menjadi imam yang
beriman teguh, sehat jasmani dan rohani memiliki semangat kerasulan
dan misioner.
- Status Seminari
- Milik keuskupan : ya
- Antar keuskupan : tidak
- Gabungan dengan tarekat : tidak
- Milik tarekat : tidak
|
|
| Seminari Menengah Roh Kudus (
Holy Spirit Minor Seminary ) |
Tuka - Dalung - Bali -
Indonesia
|
|